...

Pemahaman Dasar Manajemen Aset

A. Definisi Manajemen Aset dan Aset Menurut Para Ahli

Definisi Manajemen Aset Menurut Para Ahli: 
1. Gima Sugiama (2017)
Ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset, mendapatkan, menginventarisasi, melakukan legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien.

2. Doli D. Siregar (2004)
Manajemen aset merupakan salah satu profesi atau keahlian yang belum sepenuhnya berkembang dan populer di lingkungan pemerintahan maupun di satuan kerja atau instansi.

3. Kaganova dan McKellar (2006)
Proses pengambilan keputusan dan implementasinya sesuai dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari aset tersebut.

4. Hastings (2010)
Manajemen aset adalah serangkaian kegiatan yang terkait dengan (1) mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan aset, (2) mengidentifikasi kebutuhan dana, (3) memperoleh aset, (4) menyediakan sistem dukungan logistik dan pemeliharaan untuk aset, (5) menghapus atau memperbaharui aset sehingga secara efektif dan efisien dapat memenuhi tujuan.


Definisi Aset Menurut Para Ahli: 
1. Gima Sugiama 
Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi yang dapat dimiliki baik oleh individu, perusahaan, maupun dimiliki pemerintah yang dapat dinilai secara finansial. (Sugiama, 2013:15) 

2. Munawir
Aset adalah sarana atau sumber  daya yang memiliki nilai ekonomi yang mampu menunjang perusahaan dalam harga  perolehannya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.  
(Munawir, 2007:30) 

3. Hidayat
Barang yang dalam pengertian hukum disebut sebagai suatu benda, yang terdiri atas benda bergerak dan juga benda tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud  (intangible). Keseluruhan dari hal tersebut mencakup dalam aktiva atau aset atau harta  aset dari suatu instansi, organisasi, badan usaha ataupun dari individu perorangan.    (Hidayat, 2011:4)

4. Doli D. Siregar 
Barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang memiliki nilai guna atau ekonomi (economic value), nila komersial (commercial value) atau nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh suatu badan usaha, instansi atau perorangan.
(Siregar, 2004:178)

B. Jenis- Jenis Aset

Terdapat beberapa jenis-jenis aset yang diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek, diantaranya jenis aset berdasarkan sifat wujudnya dan tujuan penggunaanya.

1. Jenis Aset Berdasarkan Sifat Wujudnya: 

a. Aset berwujud 
Aset berwujud (tangible assets) adalah kekayaan yang dapat dimanifestasikan secara fisik dengan menggunakan panca indera (Sugiama, 2013). Contoh dari aset berwujud yaitu: rumah,  gedung, jalan raya, dll

b. Aset tidak berwujud
Aset tidak berwujud (intangible assets) adalah kekayaan yang manifestasinya tidak berwujud secara fisik yakni tidak dapat disentuh, dilihat, atau tidak bisa diukur secara fisik, namun dapat diidentifikasi sebagai kekayaan secara terpisah, dan kekayaan ini memberikan manfaat serta memiliki nilai tertentu secara ekonomi sebagai hasil dari proses usaha atau melalui waktu (Sugiama, 2013). Contoh dari aset tidak berwujud yaitu : hak merek dagang, hak cipta atau copyright atas sebuah karya, nama baik sebuah organisasi/perusahaan atau goodwill, hak paten, hak atas usaha waralaba atau franchise.

2. Jenis Aset Berdasarkan Tujuan Penggunaannya  

a. Komersial Aset untuk tujuan komersial yaitu aset yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Contohnya yaitu : apartemen, hotel, mall, dll

b. Non Komersial Aset untuk tujuan non-komersial yaitu aset yang tidak memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan.  Contohnya yaitu : Jalan, jembatan, sekolah / kampus negeri, dll  

C. Siklus Aset

Menurut Gima Sugiama:




Penjelasan:





1.Perencanaan kebutuhan aset Perencanaan kebutuhan aset adalah serangkaian kegiatan merencanakan suatu rencana strategi yang dibuat oleh suatu organisasi. (Sugiama, 2017)

2. Pengadaan aset Pengadaan aset adalah kegiatan untuk memperoleh atau mendapatkan aset atau barang maupun jasa baik yang dilaksanakan sendiri secara langsung oleh pihak internal, maupun oleh pihak luar sebagai mitra atau penyedia atau pemasok aset bersangkutan. (Sugiama, 2017)

3. Inventarisasi aset Inventarisasi aset adalah serangkaian kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset, dan mendokumentasikannya baik aset berwujud maupun aset tidak berwujud pada suatu waktu tertentu. (Sugiama, 2017) 

4. Aspek legal aset Aspek legal aset adalah pemeriksaan (audit) untuk mendapat gambaran jelas dan menyeluruh terutama mengenai status kepemilikan, sistem dan prosedur penguasaan (penggunaan dan pemanfaatan), pengalihan aset, mengidentifikasi kemungkinan terjadinya berbagai permasalahan hukum, serta mencari solusi atas masalah hukum tersebut. (Sugiama, 2017)

5. Penilaian aset Penilaian aset adalah serangkaian kegiatan menilai kekayaan aset yang dimiliki sehingga dapat diketahui nilai kekayaan aset sebelum aset tersebut dimusnahkan. (Sugiama, 2017)

6. Pengoperasian aset Pengoperasian aset adalah serangkaian kegiatan menggunakan atau memanfaatkan aset dalam tugas atau pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi. (Sugiama 2017)

7. Pemeliharaan aset Pemeliharan aset adalah kegiatan memperbaiki seluruh aset agar berfungsi seperti semula. (Sugiama, 2017)

8. Pembaharuan/rejuvenasi aset Rejuvenasi atau pembaharuan aset adalah serangkaian kegiatan mengganti aset atau memperbaiki suku cadang agar aset dapat dioperasikan sesuai dengan harapan. (Sugiama, 2017)

9. Penghapusan aset Penghapusan aset adalah serangkaian kegiatan untuk memusnahkan atau mengalihkan aset. (Sugiama, 2017)

10. Pengalihan melalui penjualan, penghibahan, penyertaan modal, atau pemusnahan aset Pemusnahan aset adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan apabila aset tidak dapat diperbaiki untuk digunakan kembali. (Sugiama, 2017) Pengalihan aset adalah serangkaian kegiatan memindahkan hak, wewenang, dan tanggung jawab atas aset melalui menjual, menyertakan dalam modal, atau menghibahkan aset. (Sugiama, 2017)

Menurut Campbell:

           
                    (Campbell, 2011)


D. Fungsi Aset

1. Merencanakan kebutuhan aset
2. Mengadakan aset
3. Menginventarisasi aset
4. Mengaudit dan melengkapi aspek legal aset
5. Menilai aset
6. Mengoperasikan aset
7. Memelihara aset
8. Menghapuskan aset
9. Mengalihkan atau memusnahkan aset
(Sugiama, 2017) 

 
E. Tujuan Aset

Tujuan aset secara umum adalah untuk pengambilan keputusan yang tepat agar aset  yang dikelola berfungsi secara efektif, efisien, dan bernilai tinggi. Tujuan inti manajemen  aset adalah agar mampu :
1. Meminimalkan biaya selama umur aset bersangkutan
2. Dapat menghasilkan laba yang maksimum
3. Dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset secara optimum
(Sugiama, 2017)


F. Prinsip Aset 

1. Prinsip manajemen aset (Sugiama, 2015) :
2. Prinsip manajemen aset BMN/D meliputi empat prinsip:
a. Efisien 
b. Efektif 
c. Fleksibel 
d. Optimal 



G. Azas Aset

1. Fungsional 
2. Kepastian hukum 
3. Transparansi dan keterbukaan 
4. Efisiensi 
5. Akuntabilitas 
6. Kepastian nilai 




Sumber Referensi

Campbell, J. D , Jardine, McGlynn. 2011. Asset Management Excellence: Optimizing Equipment Life-Cycle Decisions, Second Edition
. Boca Raton: CRC Press

Hastings, Nicholas A. John. 2010. Physical Asset Management. Australia: Springer

Munawir, S.2007. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty

Siregar, Doli.2004. Manajemen Aset. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugiama, Gima. 2013. Manajemen Aset Pariwisata. Bandung: Guardaya In
timarta

http://novian-hidayat-appraisal.blogspot.com/2014/09/definisi-dan-tujuan-manajemen-aset.html (Minggu, 18 November 2018)

https://rocketmanajemen.com/definisi-aset/#a (Minggu, 18 November 2018)

http://www.artikelsiana.com/2018/01/pengertian-aset-jenis-jenis-karakteristik-para-ahli-menurut.html# (Minggu, 18 November 2018)

https://www.sekolahpendidikan.com/2017/07/pengertian-manajemen-aset-beserta.html
(Ming
gu, 18 November 2018)

Komentar